Gasibu bandung adalah sebenarnya nama sebuah lapangan di kota bandung. Dan jika tepat pada setiap hari minggu lapangan ini digunakan oleh para pedagang untuk menjual berbagai macam keperluan masyarakat (pasar tumpah minguan). Gasibu Bandung ini sangat dipadati oleh orang-orang yang bertujuan untuk berbelanja atau untuk melihat-lihat saja.
Di Gasibu ini juga memiliki orang-orang yang sangat pintar dalam hal mencuri(mencopet) barang-barang yang dibawa oleh pengunjung seperti dompet,hp dll. Ini sungguh tindakan yang tidak terpuji dan ini harus dihindari agar tidak banyak yang menjadi korban dan yang saya sering menjadi korbannya tapi saya bersyukur saya masih bisa selamat dan tidak terjadi apa-apa. Para pencopet-pencopet ini berjumlah lumayan banyak sekitar 7 personil, dan mereka beramai-ramai melakukan aksinya dalam mengeksekusi korbannya..
Para pencopet biasanya memilih tempat yang padat pengunjung yang berdesak-desakan untuk membeli suatu barang di Gasibu ,dan jika padat pengunjung mereka bisa lebih leluasa menjalankan aksinya. Jika korban sudah terlihat mereka langsung menjalankan aksi yang rutin mereka lakukan pada korban
Adapun cara-cara licik Para Pencopet yaitu :
- Salah satu pencopet memegang dan mengibas-ngibaskan atau menggerak-gerakkan Atau Memegang Bagian Celana Bawah salah satu ujung bawah celana panjang si korban yang menurut saya bertujuan untuk mengalihkan perhatian si korban agar si korban terpaku pada kakinya dan melupakan barang berharga yg ada di kantong atau sakunya. Dan jika korban tidak memakai celana panjang dia melakukan pergerakan aneh itu pada sendal atau sepatu yang dipakai oleh korban. " Ini Modus Yang sering Terjadi Hampir 10 Kejadian Setiap Hari Minggu Warga mengadukan ke Counter Kartu Telpon rata - rata mereka bilang " kehilangan Handphone di pasar Gasibu " Dengan Modus Diatas.
- Setelah itu salah satu tangan korban di pegang erat oleh anggota pencopet lainnya dibagian lengannya agar memecah konsentrasi si korban dan langsunglah kantong atau saku si korban yg berisikan barang berharga tersebut di ambil oleh eksekutor dari komplotan copet ini. dan sisa dari anggota tersebut mengelilingi korban yang berpura-pura sebagai pengunjung yang ketakutan dan berdiam diri seolah olah tidak berani menolong korban. Cara mereka bubar dari tempat kejadian juga sangat cepat dan berbeda arah yg membuat si korban bingung pada orang yang mana barang berharganya tadi di copet.
"Saya harap ini berguna untuk semua masyarakat yang berkunjung ke Gasibu dan saya juga mengingatkan agar anda jangan terlalu berlebihan membawa barang-barang berharga anda ditempat yang ramai. Terimakasih"
Saya Berharap Kepada Pemerintah Kota Bandung Untuk Segera Menindak Lanjuti ,, Dan Merazia Para Pencopet yang Meresahkan Pasar Mingguan GASIBU
hati-hati kalau jalan-jalan di pasar tumpah GASIBU BANDUNG
Beberapa minggu yang lalu saya bersama keluarga jalan-jalan ke Gasibu-Bandung karena pada hari minggu biasanya di tempat tersebut ada pasar tumpah yang menjual berbagai macam jenis barang, aneka makanan , aneka buah, sayur, dan sebagainya. Tempat tersebut bagi masyarakat Kota Bandung tidak asing lagi karena bersebrangan jalan saja dengan Gedung Sate yang menjadi ikon Kota Bandung sekaligus menjadi kebanggaan masyarakatnya. Harga barangnya juga relatif lebih terjangkau dengan kondisi kantong anak rantau seperti saya.

Setelah berkeliling-keliling secara tiba-tiba kaki saya di pegang oleh seseorang yang tampangnya seperti orang gila sehingga membuat saya hampir terjatuh namun tidak karena dari belakang seperti ada yang menarik baju namun karena lumayan padat saya tidak mengetahui siapa yang menarik baju bagian belakang saya tersebut, namun setelah kejadian tersebut saya baru menyadai bahwa orang yang manarik baju bagian belakang dan yang memegang kaki saya tersebut merupakan bagian dari kelompok copet tersebut. Saya awalnya kaget dan berusaha melepaskan kaki saya. Setelah kaki saya lepas dari pegangan orang gila tersebut (sebenarnya tidak gila hanya pura-pura gila saja, itu modus yang mereka (baca:"komplotan copet red") biasa gunakan) ternyata dari kantong bagian depan kiri, tempat saya menaruh handphone telah raib. Saya teriak copet...copet...copet orang-orang seperti tidak ada yang peduli, para pedagang kiri kanan pun tidak.
Tidak mengherankan juga karena secara terang-terangan mungkin orang-orang juga tidak melihat kejadian tersebut. Barang bukti (baca: "handphone saya yang diambil") juga berpindah tangan begitu cepat entah ke mana, ketangan anggota copet yang mana saya juga tidak tahu dan melihatnya. Mau menuduh orang lain, tidak ada buki malahan kita yang di sangka copet. Serba salah dan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, hanya dalam hitungan detik saja.
Kejadian tersebut mungkin tidak hanya menimpa saya saja. Mungkin puluhan orang juga pernah dan ada yang mengalami ketidaknyaman seperti pengalaman yang saya alami ini dalam berbelanja di Pasar Tumpah di Gasibu pada minggu pagi. Keamanan di daerah tersebut juga sepertinya tidak ada ataupun ada, kemana mereka? Padahal hal tersebut sangat diperlukan untuk menjaga hal-hal seperti yang saya alami. Padahal daerah tersebut cukup memberikan kontribusi bagi daerah melalui retribusi dari para pedagang.
Saya menyarankan bagi siapapun yang sering atau akan pergi ke pasar tumpah Gasibu pada hari minggu hendaknya berhati-hati siapa tahu anda menjadi korban berikutnya. Bawalah uang secukupnya. Perhatikan barang yang akan anda bawa (ex: dompet, handphone yang berharga lumayan) hendaknya jangan di bawa.
Harapan saya mundah-mundahan para pelakunya cepat ditangkap serta disiksa baik oleh calon korban yang kebetulan aksinya diketahui ataupun keamanan yang ada yang melihat kejadian tersebut. Moga pengalaman saya ini menjadi pelajaran bagi semua orang yang akan mengunjungi tempat-tempat keramaian umum. Karena kejahantan tidak memandang tempat, orang, usia, jenis kelamin. Semuanya bisa terjadi tanpa diduga-duga. Jadi berhati-hatilah.
SEMOGA AGAN2 SEMUA DAPAT MENGAMBIL HIKMAH DARI CERITA ANE INI!!!
newbie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar